MAKALAH SELULITIS PDF

Nyeri Nyeri merupakan suatu masalah yang umum dans eringkali dipandang rendah pada pasien-pasien yang menderita luka. Penatalaksanaan nyeri yang tidak adekuat dapat menjadi lingkaran setan yang terdiri dari ketegangan otot, keletihan, ansietas dan depresi yang dapat memperlambat penyembuhan dengan cara menekan efektifitas system imun Maier dan Laudenslager, Meski tidak diinginkan dan umumnya dpaat dicegah, nyeri akut setelah bedah mayor setidak-tidaknya mempunyai fungsi fisiologis positif, berperan sebagai suatu peringata bahwa perawatan khusus harus dilakukan untuk mencegah trauma lebih lanjut pada daerah tersebut. Nyeri pada trauma pembedahan normalnya dapat diramalkan hanya terjadi dalam durasi yang terbatas, lebih singkat dari waktu yang diperlukan untuk perbaikan alamiah terhadap jaringan-jaringan yang rusak. Sebagai perbandingan, untuk seorang pasien yang menderita nyeri kronik, seperti yang berhubungan dengan karsinoma, atau dengan pasien dengan penyakit vascular perifer berat dan adanya ulkus iskemik pada ekstremitas inferior, maka fungsi nyeri tidak begitu banyak membantu dan penyembuhan jaringan mungkin merupakan sebuah tujuan yang tidak realistis. Nyeri merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh hanya pada jaringan yang mengalami cedera atau penyakit.

Author:Fejin Akishura
Country:Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):3 June 2018
Pages:227
PDF File Size:19.34 Mb
ePub File Size:6.64 Mb
ISBN:694-7-76228-215-4
Downloads:79384
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vugal



Rebbi Permata Sari, M. Sella Riska Anggraini 2. Mutiara Putri Utami 3. Haiva Fauzia 4. Tujuan ditulisnya makalah ini untuk memenuhi tugas Sistem Integumen. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.

Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Latar belakang Rumusan masalah Anatomi Fisiologi Manifestasi Klinis Pemeriksaan Penunjang Analisa Data Daftar Pustaka……………………………………………… Latar Belakang Selulitis merupakan peradangan akut terutama menyerang jaringan subkutis, biasanya didahului luka atau trauma dengan penyebab tersering Streptokokus betahemolitikus dan Stafilokokus aureus.

Selulitis adalah peradangan pada jaringan kulit yang mana cenderung meluas kearah samping dan ke dalam. Selulitis sendiri mempunyai tiga karakteristik yaitu, Peradangan supuratif sampai di jaringan subkutis, Mengenai pembuluh limfe permukaan, Plak eritematus, batas tidak jelas dan cepat meluas.

Penyebab selulitis diantaranya adalah infeksi bakteri dan jamur, serta disebabkan oleh penyebab lain seperti genetic, gigitan serangga dan lain — lain. Untuk menghindari terkena selulitis biasa dilakukan dengan melembabkan kulit secara teratur, memotong kuku jari tangan dan kaki secara hati-hati, mindungi tangan dan kaki, merawat secara tepat infeksi kulit pada bagian superficial Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas limfadenopati agar dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

Rumusan Masalah Bagaimana hasil tinjauan secara teoritis dan kasus terhadap klien dengan selulitis? Konsep Dasar 1. Definisi Selulitis adalah peradangan akut terutama menyerang jaringan subkutis, biasanya didahului luka atau trauma dengan penyebab tersering Streptokokus betahemolitikus dan Stafilokokus aureus.

Sellulitis adalah peradangan pada jaringan kulit yang mana cenderung meluas kearah samping dan ke dalam Herry, Selulitis merupakan inflamasi jaringan subkutan dimana proses inflamasi, yang umumnya dianggap sebagai penyebab adalah bakteri S.

Selulitis merupakan suatu penyebaran infeksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan di bawah kulit. Infeksi dapat segera menyebar dan dapat masuk ke dalam pembuluh getah bening dan aliran darah. Jika hal ini terjadi, infeksi bisa menyebar ke seluruh tubuh. Selulitis merupakan infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Klasifikasi Selulitis dapat dibagi menjadi 3 yaitu selulitis sirkumskripta serous akut, selulitis sirkumskripta supuratif akut dan selulitis difus akut.

Infeksi bakteri mengandung serous, konsistensinya sangat lunak dan spongius. Penamaannya berdasarkan ruang anatomi atau spasia yang terlibat. Penamaan berdasarkan spasia yang dikenainya. Jika terbentuk eksudat yang purulen, mengindikasikan tubuh bertendensi membatasi penyebaran infeksi dan mekanisme resistensi lokal tubuh dalam mengontrol infeksi.

Anatomi Fisiologi Kulit merupakan pembatas tubuh dengan lingkungan sekitar karena posisinya yang terletak di bagian paling luar. Lapisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan kaki.

Butir kasar terdiri dari keratohialin. Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini. Di antara stratum spinosum, terdapat jembatan antar sel intercellular bridges yang terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. Di antara sel spinosum juga terdapat pula sel Langerhans.

Sel basal bermitosis dan berfungsi reproduktif. Lapisan Dermis korium, kutis vera, true skin Terdiri dari lapisan elastik dan fibrosa pada dengan elemen-elemen selular dan folikel rambut. Terdiri dari serabut penunjang seperti kolagen, elastin, dan retikulin. Dasar matriks lapisan ini terdiri dari cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, dibagian ini terdapat pula fibroblas.

Serabut kolagen dibentuk oleh fibroblas, selanjutnya membentuk ikatan bundel yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat elastin, seiring bertambahnya usia, menjadi kurang larut dan makin stabil.

Retikulin mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf, dan mudah mengembang serta lebih elastis. Lapisan Subkutis hipodermis Lapisan paling dalam, terdiri dari jaringan ikat longgar berisi sel lemak yang bulat, besar, dengan inti mendesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah.

Sel ini berkelompok dan dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel lemak disebut dengan panikulus adiposa, berfungsi sebagai cadangan makanan.

Di lapisan ini terdapat saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening. Lapisan lemak berfungsi juga sebagai bantalan, ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. Di kelopak mata dan penis lebih tipis, di perut lebih tebal sampai 3 cm. Vaskularisasi di kuli diatur pleksus superfisialis terletak di bagian atas dermis dan pleksus profunda terletak di subkutis.

Kemampuan absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme, dan jenis vehikulum. PEnyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel epidermis, melalui muara saluran kelenjar.

Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix Caseosa. Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik.

Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis asetilkolin. Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa banyak mengandung air dan Na. Makin lama inti makin menghilang dan keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik.

Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan. Etiologi Penyakit Selulitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur, namun ada beberapa penyebab lain dari selulitis yaitu : a.

Pneumoniae Pneumococcus b. Sehingga abrasi kulit potensi mengalami infeksi seperti selulitis pada bagian yang sirkulasi darahnya memprihatinkan. Contoh pada penderita leukemia lymphotik kronis dan infeksi HIV. Penggunaan obat pelemah immun bagi orang yang baru transplantasi organ juga mempermudah infeksi. Diabetes mengurangi sirkulasi darah pada ekstremitas bawah dan potensial membuat luka pada kaki dan menjadi jalan masuk bagi bakteri penginfeksi. Bakteri pathogen yang menembus lapisan luar menimbulkan infeksi pada permukaan kulit atau menimbulkan peradangan.

Penyakit infeksi sering berjangkit pada orang gemuk, rendah gizi, orang tua dan pada orang dengan diabetes mellitus yang pengobatannya tidak adekuat. Gambaran klinis eritema lokal pada kulit dan sistem vena serta limfatik pada ke dua ekstremitas atas dan bawah. Pada pemeriksaan ditemukan kemerahan yang karakteristi hangat, nyeri tekan, demam dan bakterimia. Selulitis yang tidak berkomplikasi paling sering disebabkan oleh streptokokus grup A, streptokokus lain atau staphilokokus aereus, kecuali jika luka yang terkait berkembang bakterimia, etiologi microbial yang pasti sulit ditentukan, untuk abses lokalisata yang mempunyai gejala sebagai lesi kultur pus atau bahan yang diaspirasi diperlukan.

Meskipun etiologi abses ini biasanya adalah stapilokokus, abses ini kadang disebabkan oleh campuran bakteri aerob dan anaerob yang lebih kompleks. Bau busuk dan pewarnaan gram pus menunjukkan adanya organisme campuran.

Ulkus kulit yang tidak nyeri sering terjadi. Lesi ini dangkal dan berindurasi dan dapat mengalami infeksi. Etiologinya tidak jelas, tetapi mungkin merupakan hasil perubahan peradangan benda asing, nekrosis dan infeksi derajat rendah. Manifestasi Klinis Selulitis menyebabkan kemerahan atau peradangan yang terlokalisasi. Kulit tampak merah, bengkak, licin disertai nyeri tekan dan teraba hangat.

Ruam kulit muncul secara tiba- tiba dan memiliki batas yang tegas. Bisa disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil. Penatalaksanaan Pengobatan yang tepat dapat mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya. Diberikan penicillin atau obat sejenis penicillin misalnya cloxacillin.

Jika infeksinya ringan, diberikan sediaan per-oral ditelan. Jika selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Pencegahan Selulitis : Jika memiliki luka a. Bersihkan luka setiap hari dengan sabun dan air b. Oleskan antibiotic c. Tutupi luka dengan perban d. Sering-sering mengganti perban tersebut e. Perhatikan jika ada tanda-tanda infeksi Jika kulit masih normal a.

Lembabkan kulit secara teratur b. Potong kuku jari tangan dan kaki secara hati-hati c.

EUDEMIAN ETHICS PDF

Selulitis: Gejala, penyebab, pengobatan

Menetapkan Masalah dari Skenario Kasus a. Apa etiologi dari penyakit selulitis? Bagaimana patofisiologi dari timbulnya penyakit selulitis? Klasifikasi dari selulitis? Apa saja pemeriksaan diagnostik dari penyakit selulitis? Apa manifestasi klinis dari penyakit selulitis? Apa saja komplikasi dari penyakit selulitis?

DOXOGRAPHI GRAECI PDF

Penyebab utamanya ialah Staphylococcus aureus dan Streptococcus B hemolyticus, sedangkan Staphylococcus epidermidis merupakan penghuni normal di kulit dan jarang menyerang infeksi. Faktor predisposisi pioderma adalah higiene yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh, dan telah ada penyakit lain di kulit. Salah satu bentuk pioderma adalah selulitis yang akan dibahas pada referat ini. Faktor risiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal robekan kulit , luka terbuka di kulit atau gangguan pembuluh vena maupun pembuluh getah bening.

LYNN TI ASPETTAVO PDF

Penegakan Diagnosis Selulitis a. Pengobatan Selulitis a. Perawatan Selulitis di rumah : 1. Istirahatkan area tubuh yang terlibat.

Related Articles