KONSELING PSIKOANALISIS PDF

Pengantar Konseling Psikoanalisis Klasik Secara etimologis Psikoanalisis dapat diartikan dengan analisa jiwa. Freud membedakan arti psikoanalisis menjadi tiga, yaitu: a. Psikoanalisis dipakai untuk menunjukkan suatu metode penelitian terhadap proses-proses psikis seperti mimpi, yang sebelumnya tidak terjangkau ole penelitian ilmiah b. Psikonalisis juga ditunjukan suatu teknik untuk mengobati gangguan psikis yang dialami oleh klien-klien yang neorotis c. Dorongan seksual merupakan kunci dalam menentukn tingkah laku individu Menuru freud bahwa setiap tingkah laku manusia di dasari oleh dorongan seksual. Dorongan seksual disini bukan maksudnya khusus hubungan seks tapi dalam arti yang lebih luas, contohnya seseorang yang belajar di perguruan tinggi pada dasarnya untuk dapat memebahagiakan anak dan istrinya di masa depan.

Author:Fesar Makazahn
Country:Dominica
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):3 March 2014
Pages:51
PDF File Size:7.14 Mb
ePub File Size:9.39 Mb
ISBN:169-5-64819-996-3
Downloads:9886
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mekora



Latar Belakang Berbagai masalah yang dimiliki manusia khususnya secara psikis, tentu saja memiliki penyelesaian yang berbeda- beda. Untuk menyelesaikannya pun memerlukan ketepatan dalam mengambil teknik yang digunakan seorang konselor atau psikolog. Namun puluhan bahkan ratusan teknik tidak mungkin digunakan semua secara sekaligus.

Maka sangat diperlukannya penentuan teknik yang akan dipakai. Teknik itu merupakan salah-satu cara konselor atau psikolog dalam melakukan proses pendekatan terhadap pihak klien berdasarkan sikap, masalah yang dihadapi, dan berbagai hal lainnya yang harus dipahami para konselor atau psikolog secara teori untuk kemudian dipraktekkan di lapangan. Dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan psikologis, ada banyak pendekatan-pendekatan yang berguna untuk keselarasan problem solving yang akan diberikan seorang konselor atau psikolog dalam membantu kliennya.

Beberapa pendekatan dalam konseling yaitu pendekatan psikoanalisis, eksistensial-humanitis, client-centered, terapi gestalt, terapi rasional-emotif, terapi realitas dan pendekatan eklektik. Dalam makalah ini, hanya akan diuraikan tentang pendekatan psikoanalisis secara lebih mendetail.

Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan konseling psikoanalisis? Apa saja prinsip dan tujuan konseling psikoanalisis? Bagaimana pandangan psikoanalisis tentang kepribadian manusia? Bagaimana teknik konseling psikoanalisis? Pengertian Konseling Psikoanalisis Psikoanalisis merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik.

Menurut Eldido Psikoanalisis merupakan suatu pandangan baru tentang manusia, di mana ketidak sadaran memainkan peran sentral. Psikoanalisis ditemukan dalam usaha untuk menyembuhkan pasien-pasien histeria.

Baru kemudian menarik kesimpulan-kesimpulan teoritis dari penemuannya dibidang praktis. Dari hasil penelitian yang dilakukannya kemudian lahir asumsi-asumsi tentang perilaku manusia. Corey mengatakan bahwa psikoanalisis merupakan teori pertama yang muncul dalam psikologi khususnya yang berhubungan dengan gangguan kepribadian dan perilaku neurotik, kemudian disusul oleh behaviorisme dan humanitis.

Pada kemunculannya, teori Freud ini banyak mengundang kontroversi, eksplorasi, penelitian dan dijadikan landasan berpijak bagi aliran lain yang muncul kemudian. Mulanya Freud menggunakan teknik hipnosis untuk menangani pasiennya. Tetapi teknik ini ternyata tidak dapat digunakan pada semua pasien. Dalam perkembangannya, Freud menggunakan teknik asosiasi bebas free association yang kemudian menjadi dasar dari psikoanalisis. Teknik ini ditemukan ketika Freud melihat beberapa pasiennya tidak dapat dihipnotis atau tidak memberi tanggapan terhadap sugesti atau pertanyaan yang mengungkap permasalahan klien.

Selanjutnya, Freud mengembangkan lagi teknik baru yang dikenal sebagai analisis mimpi. Menurut Willis, pengertian psikoanalisis meliputi tiga aspek penting yaitu : 1. Sebagai metode penelitian proses-proses psikis. Teknik untuk mengobati gangguan-gangguan psikis. Sebagai teori kepribadian1. Letak keunggulan psikoanalisis dalam konseling menurut Freud adalah sangat efektif untuk menyembuhkan klien atau pasien yang histeria, cemas, obsesi neurosis.

Namun demikian kasus-kasus sehari-hari dapat juga digunakan pendekatan psikoanalisis ini untuk mengatasinya2. Prinsip dan Tujuan Konseling Psikoanalisis Di dalam gerakannya, psikoanalisis mempunyai beberapa prinsip yaitu: 1. Prinsip Konstansi artinya bahwa kehidupan psikis cenderung untuk mempertahankan kualitas ketegangan psikis pada taraf yang serendah mungkin, atau setidak- tidaknya taraf yang stabil, atau dengan kata lain bahwa kondisi psikis manusia cenderung dalam konflik yang permanen.

Prinsip Kesenangan, artinya kehidupan psikis cenderung untuk menghindarkan ketidaksenangan dan sebanyak mungkin memperoleh kesenangan. Prinsip Realitas yaitu prinsip kesenangan yang disesuaikan dengan keadaan nyata3. Konseling psikoanalisis bertujuan: 1. Menolong individu mendapatkan pengertian yang terus menerus tentang mekanisme penyesuaian dirinya. Membentuk kembali struktur kepribadian konseling dengan jalan mengembalikan hal-hal yang tidak disadari 1 Namora Lumongga Lubis, Memahami Dasar-Dasar Konseling, Jakarta: Kencana, , hlm.

Willis, Konseling Keluaga, Bandung: Alfabeta, , hlm. Pandangan Psikoanalisis Tentang Kepribadian Manusia 1. Topografi Kepribadian Teori topografi merupakan teori psikoanalisis yang menjelaskan tentang kepribadian manusia yang terdiri dari sub-subsistem. Bagi Freud kepribadian itu berhubungan dengan alam kesadaran awareness. Alam kesadaran terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu: a.

Alam bawah sadar menyimpan semua ingatan atas peristiwa-peristiwa tertentu yang telah direpresi individu. Alam bawah sadar juga menyimpan ingatan tentang keinginan yang tidak tercapai oleh individu5. Dalam dunia kesadaran awareness individu terdapat pula subsistem struktur kepribadian yang berinteraksi secara dinamis, antara lain: a. Id, merupakan subsistem kepribadian yang asli, yang dimiliki individu sejak lahir.

Id bersifat primitif dan bekerja pada prinsip kesenangan. Id berperan sebagai sumber libido atau tenaga hidup dan energi serta merupakan sumber dari dorongan dan keinginan dasar untuk hidup dan mati.

Ego, berbeda dengan id yang bekerja hanya untuk memuaskan kebutuhan naluriah, ego bertindak sebaliknya. Ego berperan menghadapi realitas hidup dan berasal dari kebudayaan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Prinsip kerjanya selalu bertentangan dengan id.

Superego, terbentuk dari nilai-nilai yang terdapat dalam keluarga dan masyarakat yang dipelajari di sepanjang tahun-tahun pertama hidup manusia. Superego bekerja berdasarkan prinsip moral yang orientasinya bukan kesenangan tetapi pada kesempurnaan kepribadian6.

Perkembangan Kepribadian Secara genetis perkembangan kepribadian berkembang melalui beberapa tahap, yaitu tahap oral, anal, falik, laten dan genital. Freud mengemukakan bahwa tahapan perkembangan ini sangat penting terutama bagi pembentukan kepribadian di kemudian hari.

Fase oral, terjadi sejak lahir hingga akhir tahun pertama. Pada fase ini anak berkembang berdasarkan pengalaman kenikmatan erotik pada daerah mulut. Fase anal, terjadi mulai usia dua sampai akhir tahun ketiga. Perkembangan anak pada fase ini berpusat pada kenikmatan pada daerah anus. Selama fase ini, peran latihan buang air toilet training sangat penting untuk belajar disiplin dan moral. Fase falik, berkembang mulai usia empat hingga lima tahun.

Pusat kenikmatan berpusat pada alat kelamin. Istilah yang kerap muncul pada fase ini adalah Oedipus complex ketertarikan seksual pada sosok ibu pada anak laki-laki dan electra complex ketertarikan seksual pada sosok ayah pada anak perempuan.

Fase laten, juga disebut tahap pregenital. Periode ini terjadi antara lima atau enam tahun hingga pubertas. Pada fase ini anak hanya sedikit berminat pada seksualitas karena disebabkan kesibukan belajar, aktifitas dengan teman sebaya dan keterampilan fisik.

Fase genital, terjadi pada masa pubertas diatas 12 tahun. Perilaku umum yang tampak pada fase ini adalah kecenderungan tertarik pada lawan jenis, bersosialisasi dan berkelompok serta menjalin hubungan kerja. Semua tingkah laku yang dilakukan kerap kali pada proses menciptakan hubungan dengan orang lain7. Dinamika Kepribadian Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinisme dan positivisme abad ke—19 dan menganggap organisme manusia sebagai suatu energi yang kompleks.

Energi 7 Latipun, Psikologi Konseling, hlm. Berdasarkan hukum penyimpangan conservation of energi energi tidak dapat hilang, tetapi dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Energi fisik dapat berubah menjadi energi psikis. Jembatan antar energi tubuh dengan kepribadian ialah id beserta insting — instingnya. Insting, menjadi sumber energi psikis dalam mengarahkan tindakannya memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

Freud mengelompokkan insting atas dua jenis yakni insting hidup dan insting mati. Bentuk energi dimana insting-insting hidup beroperasi disebut libido. Yang paling utama insting libido ialah insting seksual. Insting-insting hidup yang lainnya adalah lapar dan haus. Kecemasan, yaitu perasaan kekhawatiran karena keinginan dan tuntunan internal tidak terpenuhi dengan sebaiknya. Freud mengemukakan ada tiga bentuk kecemasan, antara lain : 1 Kecemasan realitas reality anxity , takut akan bahaya yang datang dari luar.

Kecemasan ini bersumber dari ego. Kecemasan ini bersumber dari id. Kecemasan ini bersumber dari super ego8. Mekanisme Pertahanan Ego 8 Sofyan S. Willis, Konseling Keluaga, hlm. Di antara contoh bentuk mekanisme pertahanan ego antara lain : 1 Represi, melupakan isi kesadaran yang traumatis. Contoh : seorang korban tsunami di Aceh berusaha melupakan peristiwa tersebut. Contoh : seseorang mengatakan bahwa kegagalannya dalam ujian karena teman sebangkunya yang berisik.

Contoh : seorang anak senang berkelahi karena selalu melihat kedua orang tuanya berkelahi. Contoh : anak berusia 10 tahun yang kembali minta digendong ketika adiknya lahir9. Teknik Konseling Psikoanalisis Teknik spesifik yang digunakan Freud dalam psikoterapi adalah asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisis transference, dan analisis resistensi Asosiasi Bebas Asosiasi bebas maksudnya teknik yang memberikan kebebasan kepada klien untuk mengemukakan segenap perasaan dan pikirannya yang terlintas pada benak klien, baik yang menyenangkan maupun tidak.

Interpretasi Mimpi Interpretasi mimpi merupakan teknik dimana klien mengemukakan segenap mimpinya kepada terapis, karena fungsi mimpi adalah ekspresi segenap kebutuhan, dorongan, keinginan yang tidak disadari akan direpresi dan termanifes dalam mimpi. Interpretasi mimpi maksudnya klien diajak konselor untuk menafsirkan mimpi-mimpi yang tersirat dalam mimpi yang berhubungan dengan dorongan ketidaksadarannya.

Analisis Tranferensi Transferensi merupakan bentuk pengalihan segenap pengalaman masa lalunya dalam hubungannya orang- orang berpengaruh kepada terapis di saat konseling. Dalam transferensi ini akan muncul perasaan benci, ketakutan, kecemasan dan sebagainya yang selama ini ditekan di ungkapkan kembali, dengan sasaran konselor sebagai objeknya.

Dalam konteks ini konselor melakukan analisis pengalaman klien dimasa kecilnya, terutama hal- hal yang menghambat perkembangan kepribadiannya.

ALESIS NANOVERB 2 MANUAL PDF

Teori Psikoanalisis klasik Menurut Sigmund Freud

Ketiganya adalah nama bagi proses-proses psikologis dan jangan di pikirkan sebagai agen-agen yang secara terpisah mengoperasikn kepribadian. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego merupakan komponen sosial. Id adalah sistem kepribadian yang orisinal, kepribadia setiap orang hanya terdiri dari id ketika dilahirkan. Id kurang berorganisasi, buta, menuntut dan mendesak. Id tidak bisa menoleransi tegangan dan bekerja untuk melepaskan tegangan itu sesegera mungkin serta untuk mencapai homeostatik.

IL PORTALE DELLE TENEBRE PDF

Latar Belakang Berbagai masalah yang dimiliki manusia khususnya secara psikis, tentu saja memiliki penyelesaian yang berbeda- beda. Untuk menyelesaikannya pun memerlukan ketepatan dalam mengambil teknik yang digunakan seorang konselor atau psikolog. Namun puluhan bahkan ratusan teknik tidak mungkin digunakan semua secara sekaligus. Maka sangat diperlukannya penentuan teknik yang akan dipakai. Teknik itu merupakan salah-satu cara konselor atau psikolog dalam melakukan proses pendekatan terhadap pihak klien berdasarkan sikap, masalah yang dihadapi, dan berbagai hal lainnya yang harus dipahami para konselor atau psikolog secara teori untuk kemudian dipraktekkan di lapangan.

CASIO XJ-A146 MANUAL PDF

Latar Belakang Masalah Pendekatan konseling merupakan teori yang mendasari sesuatu kegiatan dan praktik konseling. Pendekatan itu dirasakan penting karena jika kita mempunyai pemahaman berbagai pendekatan atau teori-teori konseling, maka akan memudahkan kita dalam menentukan arah proses konseling. Masing-masing teori tentu saja dikemukakan oleh ahli yang berbeda sehingga penerapan dari pendekatan yang digunakan juga akan terlihat berbeda. Dalam makalah ini, hanya akan diuraikan tentang pendekatan psikoanalisis secara lebih mendetail. Psikoanalisis sebagai teori pertama yang muncul dalam psikologi khususnya yang berhubungan dengan gangguan kepribadian.

Related Articles