CONTOH PROPOSAL PENDIRIAN APOTEK PDF

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. Dalam peraturan ini seorang poteker bertanggungjawab atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya. Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan patient oriented dan unit bisnis profit oriented. Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga tidak sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.

Author:Tektilar Arashiramar
Country:India
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):2 August 2019
Pages:486
PDF File Size:10.16 Mb
ePub File Size:15.62 Mb
ISBN:588-7-67754-532-7
Downloads:62904
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojashura



Satu hal yang sangat penting dalam perencanaan apotek adalah studi kelayakan, yaitu suatu rancangan secara komprehensif segala sesuatu tentang rencana pendirian apotek baru untuk dapat melihat kelayakan usaha baik ditinjau dari pengabdian profesi maupun dari sisi ekonominya.

Apotek sebagai salah satu sarana pendukung pembangunan kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan dan distribusi produk berkhasiat obat. Konstribusi apotek dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melakukan pekerjaan kefarmasian, menyediakan dan menyalurkan perbekalan farmasi yang diperlukan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan yang meliputi sediaan farmasi, alat kesehatan, perbekalan kesehatan lain dan juga memberikan informasi obat yang dibutuhkan untuk mencegah timbulnya penyalahgunaan obat.

Apotek didalam pelaksanaannya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan patient oriented dan unit bisnis profit oriented. Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotek adalah penyedia obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan optimal. Dari fungsi yang pertama ini, maka apotek harus hadir dalam wadahnya yang sangat sosial, penuh nilai etika dan nilai moral. Sedangkan fungsinya yang kedua yaitu sebagai institusi bisnis, apotek lebih mengutamakan keuntungan, dan ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada pendirian dan operasionalisme apotek juga tidak sedikit.

Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker di apotek diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien. Menyediakan dan menyalurkan perbekalan farmasi yang bermutu dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Memberikan informasi tentang kesehatan khususnya tentang obat serta pengobatan yang benar dan rasional.

Sebagai tempat pengabdian profesi apoteker. Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Visi Menjadikan apotek dengan pelayanan kefarmasian yang berkualitas serta menguntungkan. Misi Misi dari apotek adalah : a. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang terjangkau oleh masyarakat.

Menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, ramah dan informatif yang memuaskan semua pihak. Melaksanakan profesional. Meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawan dan pemilik modal. Lokasi apotek sangat menentukan keberhasilan apotek dan erat hubungannya dengan aspek pasar. Daerah yang cukup padat penduduknya dan mampu 1. Denah Lokasi Terlampir 2. Data-data Pendukung a. Kepadatan Penduduk Apotek Sumber Waras berada di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi karena terletak tepat di pinggir Jalan Magelang.

Hal ini dibuktikan dengan minimnya lahan kosong. Selain itu, banyak kompleks perumahan di sekitarnya antara lain Perumahan Taman Pandan dan Perumahan Jambon. Dengan demikian tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan cukup baik.

Keadaan ekonomi secara umum relatif baik. Pelayanan Kesehatan Lain Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek antara lain : 1. Puskesmas Tegal Rejo 2. Praktek Dr.

Erliana Dokter umum 3. Liliani Dokter spesialis penyakit dalam 4. Praktek Drg. Inge Susanto Dokter gigi 5. Klinik khusus kulit Erha d. Akan tetapi dengan melihat lokasi yang sangat strategis maka diharapkan apotek dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Jalan Magelang merupakan jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi karena menghubungkan kota Jogjakarta dengan Daerah Jawa Tengah.

Mudah Dijangkau Apotek terletak di pinggir jalan raya dan mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti bus.

Apotek ini juga dilengkapi dengan area parkir yang memadai yang terletak di samping gedung. Data Hasil Survey Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan terhadap peta lokasi dan peta pasar, terutama keberadaan apotek-apotek lain yang lebih dahulu berdiri sebagai calon kompetitor di sekitar lokasi, diperoleh data-data sebagai berikut : a. Apotek Kompetitor No 1.

Jumlah Rumah Sakit dan Poliklinik No 1. Potensi Pasar Letak yang sangat strategis dan dekat dengan pusat pelayanan kesehatan dan pusat-pusat keramaian menjadikan potensi pasar apotek Sumber Waras cukup menjanjikan. Analisis SWOT a. Strength Kekuatan 1. Jarak apotek Sumber Waras lebih dekat dengan Puskesmas Tegal Rejo jika dibandingkan apotek-apotek pesaing dan mudah dijangkau dari segala arah.

Pelayanan yang diberikan : Delivery service, konseling, praktek dokter. Modal yang besar sehingga obat relatif lengkap. Apoteker selalu stand by di apotek untuk memberikan pelayanan dan konsultasi seputar obat. Apotek Sumber Waras melakukan diversifikasi dengan membuka toko alat tulis. Jalan di depan apotek merupakan jalur alternatif menuju beberapa sekolah.

Weakness Kelemahan 1. Karena apotek baru, belum dikenal oleh masyarakat, dan belum mempunyai langganan yang loyal. Pelayanan agak lama karena apoteker masih baru. Opportunities Kesempatan 1. Menerapkan No Pharmacist No Service 2. Diversifikasi : Delivery service, praktek dokter, penjualan komoditi lain seperti alat tulis, dan konsultasi kosmetika, nutrasetika.

Jumlah dokter yang membuka praktek di sekitar lokasi apotek cukup banyak sehingga diharapkan jumlah pasien yang datang ke apotek juga banyak. Threats Ancaman 1. Rumah Sakit sangat gencar menerapkan sistem untuk mencegah keluarnya resep. Daya beli masyarakat menurun.

Masyarakat lebih memilih pengobatan-pengobatan alternatif non medis yang lebih terjangkau. Apotek Sumber Waras merekrut 3 karyawan dengan susunan berikut : sebagai - Apoteker Pengelola Apotek - Apoteker pendamping - Asisten Apoteker : 1 orang : 1 orang : 1 orang Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah : 1. Jam kerja Dana yang tersedia bagian aspek modal dan biaya 4. Sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.

Kerjasama antar karyawan harus dijaga sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada pasien. Karenanya diperlukan adanya pembagian tugas, wewenang, hak dan kewajiban serta rasa memiliki terhadap apotek dari para karyawan. Untuk itu kemampuan manajerial dari Apoteker sangat diperlukan. Job Description a. Apoteker Pengelola Apotek Tugas dan kewajiban apoteker pengelola apotek : 1. Memimpin seluruh kegiatan apotek. Berkewajiban serta bertanggung jawab penuh untuk mengelola apotek yang meliputi beberapa bidang antara lain : a Pelayanan kefarmasian b Administrasi dan keuangan c Ketenagaan atau personalia d Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi apotek 3.

Melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas apotek Tanggung jawab apoteker pengelola apotek : APA bertanggung jawab atas kelancaran segala bidang kegiatan dalam apotek serta bertanggung jawab terhadap kelancaran hidup apotek yang dipimpinnya.

Apoteker Pendamping Tugas dan kewajiban apoteker pendamping : 1. Dalam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam hal-hal penting yang mendasar dan strategis, harus mendapat persetujuan dari APA. Tanggung jawab dan wewenang apoteker pendamping : Apoteker pendamping bertanggung jawab penuh kepada APA dan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai apoteker pendamping.

Berwenang mengelola seluruh kegiatan di apotek sesuai dengan petunjuk dan atau instruksi dari APA. Asisten Apoteker Tugas dan kewajiban asisten apoteker : 1. Melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya sebagai asisten apoteker, yaitu meliputi : a Pelayanan kefarmasian pelayanan obat bebas dan obat dengan resep sesuai petunjuk pimpinan apotek. Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir dan lain sebagainya.

Tanggung jawab dan wewenang asisten apoteker : Bertanggung jawab kepada pimpinan apotek atas segala kebenaran tugas yang diselesaikannya. Berwenang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai petunjuk dan atau instruksi pimpinan apotek.

Reseptir Tugas dan kewajiban reseptir : 1. Membersihkan apotek dan peralatan yang dipakai untuk peracikan. Membantu pekerjaan lain bila diperlukan misalnya beli obat ke apotek lain, mengantar obat, mengambil obat ke PBF.

Kasir Tugas dan kewajiban kasir : 1 Mencatat penerimaan uang setelah dihitung yang harus dilengkapi kuitansi, nota, tanda setoran, yang sudah diparaf apoteker atau petunjuk yang ditunjuk 11 2 Melayani pembelian uang yang diterima saat itu juga dan dipastikan uangnya berapa agar konsumen tidak mengklaim yang tidak seharusnya 3 Membuat laporan harian, yaitu penjualan, kredit pembelian, hasil penjualan, tagihan dan pengeluaran harian. Pasien datang. Menyapa pasien dengan senyum ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang dibutuhkan.

Tanyakan terlebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita pasien, kemudian bantu pasien untuk mendapatkan obat yang tepat. Menghitung harga dan minta persetujuan pasien terhadap nominal harga. Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien sesuai dengan permintaan meliputi nama obat, jumlah obat.

Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, dan cara penggunaan, bila perlu efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan obat.

Untuk pelayanan obat keras tanpa resep dokter, lakukan pencatatan nama pasien dan alamat serta nomor telepon pasien. Tanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan gejala penyakitnya. Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya kondisi membaik atau bertambah parah. Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya tidak memuaskan, maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan kondisi pasien. Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat diatas.

LAKSHMI NARAYANA HRUDAYAM SANSKRIT PDF

TUGAS 1 : PENDIRIAN APOTEK

Dimana Apotek kami akan memberikan layanan kesehatan, dan memenuhi permintaan obat dari para pasien dan masyarakat yang membutuhkan. Disini kami akan menjamin kejujuran, kebenaran, dan keakuratan dari produk obat yang di jual karena Apotek kami menggunakan jasa apoteker yang teruji serta selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam melaksanakan pekerjaan dalam usaha untuk memberi pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Produk Uraian ciri-ciri produk : Tentunya sebuah apotek akan memproduksi obat-obatan yang duracik oleh seorang apoteker, dimana pada Apotek yang akan kami dirikan ini menyediakan berbagai macam obat yaitu obat wajib apotek, obat bebas, obat resep generik, dan obat resep paten. Kegunaan utama produk : Kegunaan utama produk yaitu menghasilkan produk obat yang berkualitas untuk menyembuhkan penyakit yang diderita pasien dan masyarakat. Dan untuk sampai saat ini belum ada kegunaan sampingan dari produk obat-obatan. Karena sisa obat yang tak terpakai harus dibuang sesuai dengan aturan pengolaan limbah yang ada.

LECUONA GITANERIAS PDF

Proposal Pendirian Apotek

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional. Pekerjaan kefarmasian juga meliputi pengadaan sediaan farmasi, produksi sediaan farmasi, distribusi atau penyaluran sediaan farmasi, dan pelayanan dalam sediaan farmasi. Apotek merupakan institusi yang berfungsi atau berperan dalam profit oriented dan patient oriented.

ABAKADA ALPHABET PDF

Proposal Pembuatan Apotek

Latar belakang Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan swasta adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek. Jadi apotek adalah suatu jenis bisnis eceran retail yang komoditasnya barang yang diperdagangkan terdiri dari perbekalan farmasi obat dan bahan obat dan perbekalan kesehatan alat kesehatan. Sebagai perantara, apotek dapat mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu : pembelian, gudang, pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan, sehingga agar dapat di kelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek APA disamping ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu Pemasaran marketing dan ilmu akuntansi accounting. Apotek bukanlah suatu badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya. Dalam upaya usaha untuk memajukan kesejahteraan umum yang berarti mewujudkan suatu tingkat kehidupan secara optimal, yang memenuhi kebutuhan manusia termasuk kesehatan, maka dibuatlah proposal pendirian Apotek di Kartasura-Sukoharjo yang diharapkan dapat menyebarkan obat secara merata sehingga akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian, seorang APA dalam menjalankan profesi apotekernya di apotek tidak hanya pandai sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja, melainkan juga dapat mengelola apotek sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis yang dapat memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan stake holder tanpa harus menghilangkan fungsi sosoialnya di masyarakat.

Related Articles