BENIH ORTODOKS PDF

Penurunan kadar air bada biji tipe ini akan berakibat penurunan viabilitas biji hingga kematian, sehingga biji tipe ini tidak bisa disimpan dalam kadar air rendah. Contoh biji tipe ini adalah: Durio zibethinus durian , Theobroma cacao kakao , Sorea acuminata meranti dan lain-lain. Biji tipe Ortodoks Biji kelompok ortodoks dicirikan oleh sifatnya yang bisa dikeringkan tanpa menglami kerusakan. Contoh biji kelompok ini adalah: Glysine max kedelai , Vitis vinifera anggur , Oryza sativa padi , Capsicum annum cabe. Nah sulitnya penangan biji tipe rekalsitran ini hingga kini masih belum diperoleh taknik yang tepat untuk bisa mempertahankan viabilitas benih ini dalam jangka waktu yang lama.

Author:Mizragore Vudotaur
Country:Sweden
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):20 November 2008
Pages:60
PDF File Size:12.31 Mb
ePub File Size:18.46 Mb
ISBN:879-4-21982-625-1
Downloads:17942
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yorn



Ryka Afhe Amela 2. Rizqy N. H 3. Benih sebagai penentu keberhasilan tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga produksi atau tidak. Sistem produksi pertanian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan dari pasar memerlukan adanya ketersediaan benih yang memiliki daya tumbuh yang tinggi. Indonesia merupakan salah satu negara dengan sektor pertanian sebagai prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya, sehingga sangat perlu untuk memperhatikan benih yang akan ditanam maupun yang akan di produksi.

Kontribusi benih sangat penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi pertanian yang mampu dihasilkan oleh petani. Tanaman digunakan untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan tanaman merupakan pengertian lain dari benih. Benih bermutu yaitu benih yang memiliki varietas yang jelas dan murni, mempunyai mutu genetis, mutu fisiologis dan mutu fisik yang tertinggi sesuai dengan mutu standar pada kelasnya. Analisis benih untuk mengetahui kualitas benih tersebut sangat diperlukan.

Benih merupakan zat hidup yang selalu melakukan aktivitas fisiologis baik sebelum di tanam maupun pada waktu ditanam, yang pada akhirnya sangat mempengaruhi mutu tanaman yang di hasilkan nantinya. Kemampuan benih untuk tumbuh dan berkecambah di pengaruhi oleh keadaan lingkungan, cadangan makan dan kadar air. Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang harus diketahui baik untuk tujuan pengolahan maupun untuk tujuan penyimpanan benih. Kadar air memiliki dampak besar terhadap benih selama penyimpanan.

Kadar air biji atau benih berfungsi untuk menentukan saat panen yang tepat dan saat penyimpanan benih. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan naiknya aktivitas pernafasan yang dapat berakibat terkuras habisnya bahan cadangan makanan dalam benih. Selain itu merangsang perkembangan cendawan patogen di 2 dalam tempat penyimpanan. Tetapi perlu diingat bahwa kadar air yang terlalu rendah akan menyebabkan kerusakan pada embrio.

Berdasarkan tingkat kadar air di dalam benih terdapat dua tipe benih yakni benih ortodoks dan benih rekalsitran. Benih rekalsitran yaitu benih yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama, tidak tahan atau mati jika disimpan pada suhu dingin, dan tidak tahan disimpan bila kadar airnya diturunkan sampai di bawah kadar air kritis. Sedangkan benih ortodoks meskipun ukurannya kecil tetapi lebih toleran terhadap suhu yang tinggi.

Berdasarkan hal tersebut maka perlu dipelajari bagaimana benih ortodoks dan rekalsitran dapat berkecambah pada penurunan kadar air benih. Mengetahui daya kecambah benih rekalsitran dan benih ortodoks setelah penurunan kadar air benih. Mengetahui metode penyimpanan yang tepat untuk benih rekalsitran. Benih merupakan benda hidup yang dapat melakukan aktivitas fisiologis baik sebelum ditanam, maupun saat sudah ditanam. Menurut Kartahadimaja , kualitas benih ditentukan oleh berbagai macam faktor salah satunya yaitu kemurnian benih dari kontaminasi dan perkecambahan, selain itu yang perlu diperhatikan merupakan ada tidaknya penyakit yang ditularkan, mutu vigor benih, ukuran benih dan perlakuan atau penanganan terhadap benih tersebut.

Penyimpanan benih merupakan salah satu penanganan yang penting untuk dilakukan, karena penyimpanan benih harus disesuaikan dengan kondisi benih tersebut. Penyimpanan benih dilakukan agar benih dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang dengan mutu genetik, mutu fisik, dan mutu fisiologis yang tetap terjaga dengan baik Benih yang mengalami kemunduran mutu secara berangsur-angur tidak dapat kembali pada kualitasnya yang semula atau irreversible akibat adanya perubahan fisiologis yang disebabkan oleh faktor internal.

Proses penurunan vigor secara fisiologis ditandai dengan adanya penurunan daya kecambah, peningkatan jumlah kecambah abnormal, penurunan kecambah di lapangan terhadap daya pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan yang ekstrim yang dapat menyebabkan menurunnya produksi tanaman Jyoti, Menurut Dewi , benih yang masak secara fisiologis maka akan memiliki sifat ketahanan atau resistensi yang tinggi terhadap kerusakan benih, selain itu kemampuan benih untuk tumbuh dan berkecambah di pengaruhi oleh keadaan lingkungan, cadangan makan dan kadar air.

Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang penting dan harus diketahui baik untuk tujuan pengolahan benih maupun untuk tujuan penyimpanan benih. Kadar air memiliki dampak besar terhadap viabilitas benih selama penyimpanan. Kadar air biji atau benih berfungsi untuk 4 menentukan saat panen yang tepat dan saat penyimpanan benih yang benar.

Benih yang mengalami masa simpan dalam kondisi benih atau lingkungan simpan yang tidak optimum viabilitasnya akan turun yang ditunjukkan oleh turunnya daya berkecambah benih. Kadar air yang terlalu tinggi menyebabkan naiknya aktivitas pernafasan pada benih yang berakibat habisnya bahan cadangan makanan dalam benih. Selain itu kadar air yang tingi dapat mendukung perkembangan cendawan patogen di dalam tempat penyimpanan yang dapat merusak kemurnian benih, tetapi perlu diingat bahwa kadar air yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kerusakan pada embrio.

Menurut Walters et al , benih rekalsitran yaitu benih yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama, tidak tahan atau mati jika disimpan pada suhu dingin, tidak tahan disimpan bila kadar airnya diturunkan sampai di bawah kadar air kritis, mudah berkecambah di penyimpanan, dan peka terhadap penurunan kadar air pada saat proses pembentukan benih dan juga saat terlepas dari tanaman induk.

Menurut Murrinie , benih ortodoks meskipun berukuran kecil tetapi lebih toleran terhadap suhu yang tinggi dan toleran terhadap mikroorganisme lain.

Benih ortodoks biasanya memiliki sifat dormansi, yakni keadaan dimana benih tidak dapat berkecambah walau sudah berada dalam kondisi lingkungan kelembaban, suhu dan cahaya yang optimal. Oven 3. Kertas label 1 pack 6. Timbangan digital II 1. Plastik klip 2. Timbangan digital 4. Kertas label perlakuan 5. Desikator 6. Cutter 7. Bak pengecambah 3. Benihpadi 40 benih kelompok 1,2,3,4 6 2. Benih nangka 40 benih kelompok 5,6,7,8 3.

Pasir 10 kg 4. Tanah 10 kg II 1. Pasir 10 kg 3. Tanah 10 kg 4. Arang sekam 10 kg 3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Menimbang benih nangka dan padi sebanyak 10 biji masing-masing benih.

Memasukkan benih nangka dan padi pada 8 kertas amplop buram sebanyak 10 biji masing-masing benih. Membiarkan benih yang tersisa dengan suhu ruang.

Mengamati daya kecambahnya setelah umur 7 hari, dengan rumus: Jumlah kecambah normal hari ke 7 7. Mengekstraksi benih kakao dari buahnya. Mencuci benih tersebut dengan air mengalir. Memasukkan ke dalam plastic dengan 6 perlakuan yakni a.

AC arang sekam lembab b. AC arang sekam kering 7 c. Suhu kamar arang sekam lembab d. Suhu kamar arang sekam kering e.

AC benih tanpa arang sekam f. Suhu ruang benih tanpa arang sekam Menyertai label perlakuan dengan masing-masing perlakuan berjumlah 10 benih kakao. Membuat ulangan sebanyak 2 kali. Menutup masing-masing plastik. Setalah 7 hari, mengambil benih dan mengecambahkan dalam media pasir selama 7 hari dan menghitung daya kecambahnya. Kulit benih 2. Kadar air 3. Daya kecambah benih II 1. Jumlah benih yang berkecambah setelah penyimpanan. Benih Ortodoks Benih Rekalsitran 1.

Padi Nangka - Ukuran kecil, sedang dan - Berukuran besar kulit biji keras - Permukaan halus - Kadar air rendah - Bentuk lonjong - Berwarna kuning kecoklatan - Kadar air tinggi - Berwarna coklat 10 4. Kadar air dalam benih sangat mempengaruhi daya kecambah dan kualitas benih tersebut. Hasil dari perlakuan uji viabilitas benih ortodoks dan rekalsitran yaitu benih padi dan nangka yang diusangkan dan tidak menunjukkan adanya perbedaan.

Perbedaan tersebut terlihat pada benih padi dan nangka dengan perlakuan kontrol memiliki viabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih padi dan nangka yang diusangkan terlebih dahulu. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tekanan suhu pada proses pengusangan benih padi dan nangka. Proses pengusangan memungkinkan adanya kerusakan pada struktur sel dari benih itu sendiri yang mengindikasikan bahwa sel-sel benih kehilangan kapasitasnya untuk mempertahankan bobotnya selama proses pengeringan.

Benih rekalsitran lebih besar dengan lapisan luar biji yang lebih halus, lunak dan berlendir. Sedangkan ciri- ciri benih ortodoks adalah benih berukuran kecil, permukaan halus dan rata, dan kering karena kadar air yang rendah. Hal tersebut yang menyebabkan benih ortodoks lebih tahan lama disimpan.

Meskipun memiliki ukuran yang kecil tetapi benih ortodoks lebih toleran terhadap suhu yang tinggi, serta toleran terhadap mikroorganisme lain. Secara umum benih ortodoks memiliki ciri kulit biji keras, ukuran biji biasanya kecil hingga sedang. Uji viabilitas pada benih ortodoks dan rekalsitran yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa pada perlakuan kontrol, kedua benih tersebut sama-sama memiliki viabilitas yang tinggi.

Kadar air adalah faktor yang paling 13 berpengaruh pada penurunan kualitas benih, apabila benih disimpan pada keadaan suhu yang terlalu tinggi maka benih akan kehilangan kadar air dalam bijinya. Meskipun sedikit kandungan air dalam benih tetapi air tetap diperlukan untuk perkembangan embrio sehingga benih dapat berkecambah dengan baik.

Benih dapat mati dalam suhu yang tinggi karena keadaan yang sangat kering dan embrio yang sudah tidak berfungsi karena tidak ada air yang dapat digunakan untuk melakukan respirasi. Perlakuan terhadap biji kakao yang diuji daya kecambahnya setelah disimpan dengan AC arang sekam lembab, AC arang sekam kering, suhu kamar arang sekam lembab, suhu kamar arang sekam kering, AC tanpa arang sekam, dan suhu kamar tanpa arang sekam memiliki hasil yang berbeda.

Apabila benih ditempatkan pada tempat yang memiliki suhu sangat tinggi maka biji menjadi sangat kering dan embrio yang tidak dapat berfungsi karena tidak ada air yang dapat digunakan untuk melakukan proses respirasi. Benih rekalsitran untuk penyimpanannya membutuhkan perlakuan khusus karena benih ini mudah rusak. Untuk kedepannya praktikum dapat dilakukan dengan lebih serius agar dapat selesai dengan cepat dan untuk penjelasan materi lebih diperjelas lagi agar praktikan benar-benar paham dengan materi apa yang dipraktikumkan.

Agrorektan, 2 1 : Jyoti, and C. Seed Deterioration : A Review.

BAHAI RUHI BOOK 5 PDF

Benih Ortodox dan benih Rekalsitran

Permukaan halus 2. Rata rata yang terdapat pada tabel 1 menunjukkan perbedaan pada kadar air benih ortodoks dan rekalsitran. Benih ortodoks kedelai memiliki kadar air yang relatif rendah sedangkan benih rekalsitran nangka memiliki kadar air yang relatif tinggi. Berdasarkan hasil pratikum yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa hasil pengamatan viabilitas pada benih rekalsitran dan ortodoks terjadi perbedaan yang sangat nyata setelah dilakukan penurunan kadar air dengan menggunakan metode kontrol dan metode menggunakan oven selama 24 jam dengan suhu Pada benih ottodoks ternyata memiliki viabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan benih rekalsitran. Hal tersebut dapat diketahui ketika benih dikecambahkan pada media pasir selama satu minggu dengan dua kali pengamatan setiap 3 hari dan 7 hari. Hal ini menunjukkan benih rekalintran memili Sehingga dapat dikatakan bahwa benih ortodoks memiliki viabilitas lebih tinggi dibandingkan benih rekalsitran setelah dilakukan perlakukan pengkontrolan benih.

FRIEDRICH GEORG VERRAT AN DER OSTFRONT PDF

Baca Nanti Teknik Penyimpanan Benih yang Baik Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen, namun hal ini tidak selalu mungkin karena musim berbuah tidak selalu sama, untuk itu penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba. Tujuan penyimpanan benih Mempertahankan viabilitas benih selama periode simpan yang lama, sehingga ketika akan dikecambahkan benih masih mempunyai viabilitas yang tidak jauh berbeda dengan viabilitas awal sebelum benih disimpan Menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik daya kecambah tetap tinggi Melindungi biji dari serangan hama dan jamur. Faktor penting dalam penyimpanan benih Ada dua faktor penting selama penyimpanan benih yaitu, suhu dan kelembaban udara. Umumnya benih dapat dipertahankan tetap baik dalam jangka waktu yang cukup lama, bila suhu dan kelembaban udara dapat dijaga maka mutu benih dapat terjaga. Untuk itu perlu ruang khusus untuk penyimpanan benih. Contoh benih ortodoks: padi, kedelai, jagung, kacang hijau, kacang tanah, cabai, kangkung, bayam, sawi, pepaya, melon, anggur dll Benih Rekalsitran Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu dipertahankan selama penyimpanan. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk gergaji atau serbuk arang.

CAUSAS DE POLIMENORREA PDF

Definisi perkecambahan adalah jika sudah dapat dilihat atribut perkecambahannya, yaitu plumula dan radikula dan keduanya tumbuh normal dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan ISTA. Pengujian benih dalam kondisi lapang biasanya kurang memuaskan karena hasilnya tidak dapat diulang dengan konsisten. Karena itu, pengujian dilaboratorium dilaksanakan dengan mengendalikan faktor lingkungan agar mencapai perkecambahan yang teratur, cepat, lengkap bagi kebanyakan contoh benih. Terdapat bermacam-macam metode uji perkecambahan benih, setiap metode memiliki kekhususan tersendiri sehubungan dengan jenis benih diuji, jenis alat perkecambahan yang digunakan, dan jenis parameter viabilitas benih dinilai Wahyuni, Pada konteks agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi sebab benih harus mampu menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan sarana teknologi yang maju Wahyuni,

DOLE OSH STANDARDS PDF

Dimana dalam tubuh benih sekecil itu sendiri telah terdapat stukrtur yang sempurna. Benih adalah awal dari kehidupan tanaman. Benih pada umumnya terbagi kedalam dua kelompok yakni ortodoks dan rekalsitran. Dimana kedua benih tersebut memiliki sifat yang berlawanan. Sebelum dipasarkan kepada konsumen , benih melalui tahap penyimpanan.

Related Articles