MAKALAH BUNGA ROSELLA PDF

Latar Belakang Pada tahun seorang ahli botani asal Belanda bernama M. Ada yang berpendapat, Rosella berasal dari India. Nama Lain: Hibiscus Sabdariffa L. Namanya rosella tenar hampir di seluruh penjuru dunia. Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia. Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah.

Author:Nezshura Akilkree
Country:Zambia
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):16 May 2013
Pages:398
PDF File Size:12.78 Mb
ePub File Size:8.81 Mb
ISBN:693-6-67070-892-4
Downloads:77789
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tobei



Makalah ini disusun untuk memenuhi syarat mata kuliah Budidaya Tanaman Obat. Akhirnya, penulis berharap agar makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya, serta penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kebaikan penulisan di masa yang akan datang.

Latar Belakang Sejarah Tanaman Rosella Sistematika dan Klasifikasi Tanaman Rosella Budidaya Tanaman Rosella Syarat Tumbuh Cahaya, Panjang Hari dan Waktu Tanam Pengendalian Hama dan Penyakit Pasca Panen Sortasi Kering Prospek dan Manfaat Tanaman Rosella Latar Belakang Dewasa ini penggunaan obat herbal cenderung terus meningkat, baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara-negara maju.

Banyak orang yang telah menyadari efek samping yang ditimbulkan obat-obat,sehingga masyarakat kembali dengan menggunakan obat tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Jika melihat prospek ke depannya, saat ini budidaya tanaman obat sangat baik dan cukup menjanjikan. Kegiatan identifikasi tanaman perlu diperhatikan dengan seksama karena pada kegiatan ini akan diketahui jenis atau spesies dari tanaman.

Selain itu dalam budidaya tanaman yang dilakukan sesuai dengan prosedur sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Jika penanganan pada saat panen dan pasca panen tidak dilakukan dengan prosedur, maka kualitas produk yang dihasilkan kurang berkhasiat dan malah akan menimbulkan racun.

Negara Indonesia berada didaerah tropis yang banyak memiliki keanekaragaman spesies, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan obat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan obat dan dihidangkan yaitu tanaman rosella merah Hibiscus sabdariffa L. Budidaya tanaman rosella merah ini sangatlah mudah dan juga tidak memerlukan tempat yang luas untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Tanaman rosella merah memberikan banyak manfaat dibidang kesehatan. Namun pada kenyataannya pembudidayaan rosella merah di Indonesia masih terpusat di daerah-daerah tertentu padahal pembudidayaannya mudah dilakukan. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: mengenali lebih jauh tanaman rosella dari aspek sejarah, budidaya, klasifikasi dan sistematika, serta manfaat yang terkandung dari tanaman rosella. Benih tanaman bunga Rosella dibawa oleh para budak dari afrika dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan, Meksiko, Jamaika, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia.

Rosella mulai ditumbuhkan di Jamaika pada tahun Mardiah, dkk, Diperkirakan tanaman rosella dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia pada saat abad ke — Tanaman Roselladi daerah Indonesia lebih dikenal sebagai mrambos hijau Jateng , asam jarot Padang dan asam rejang Muara Enim. Sedangkan di negara lain, tanaman tersebut dikenal dalam berbagai nama, seperti jamaican sorell India Barat , oseille rouge Prancis , quimbombo chino Spanyol , karkade Afrika Utara , dan bisap Senegal Mardiah, dkk, Perkembangan industri rosella diawali pada tahun , yaitu di Queensland Australia terdapat dua pabrik yang memproduksi selai dari rosella untuk diekspor ke Eropa, walaupun umurnya tidak panjang.

Tahun terdapat 1,6 ha kebun rosella di Queensland. Wester menyatakan bahwa rosella dibawa ke Florida dari Jamaika pada tahun dan pada tahun Rosella telah banyak ditanam di Florida bagian selatan. Tahun , W. A Hobbs mencoba menanam rosella di Filipina dan hasil panennya sangat memuaskan.

Sampai saat ini produk rosella dapat ditemui di pasar modern atau pasar tradisional di Filipina. Di Indonesia Tanaman rosella disuguhkan sebagai minuman tradisional saat natal. Caranya dicampur dengan irisan jahe dan gula, lalu ditaruh pada teko tembikar. Setelah itu didihkan dan didiamkan semalam Mardiah, dkk, Di Amerika dan Eropa, rosella digunakan sebagai pewarna makanan.

Di Perancis khususnya daerah komunitas imigran Senegal, produk rosella digunakan dalam bentuk bunga atau sirup. Daunnya digunakan sebagai bumbu pada masakan ikan dan saat penyajian nasi. Di Myanmar, daun rosella digunakan untuk membuat masakan karechin baung kyaw. Rosella juga banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan bernilai ekonomi tinggi seperti teh, sirup, selai, manisan, sebagai pewarna alami dan perasa dalam membuat anggur rosella jeli, serta kue cake Maryani dan Kristiana, Varietas : Hibiscus sabdariffa var.

Hibiscus sabdariffa var. Hibiscus sabdariffa varietas ultisima Wester biasanya dimanfaatkan untuk diambil serat batangnya. Rosella tipe ini tumbuh tegak, tidak banyak bercabang, dengan tinggi mencapai 4,8 m. Batangnya berwarna hijau atau merah. Daunnya berwarna hijau, dan kadang —kadang bertulang daun merah.

Bunga berwarna kuning dengan kelopak berwarna hijau atau merah, tidak berdaging, berduri, dan tidak bisa dimakan. Rosella jenis ini batangnya mengandung serat lebih tinggi sehingga biasa digunakan untuk membuat karung. Karena itu, dikenal pula sebagai java jute. Dapat dibedakan atas ras bhagalpuriensi, intermedius, albus, dan ruber.

Ras bhagalpuriensi memiliki kelopak bunga berwarna hijau dengan garis merah dan tidak dapat dimakan. Ras intermedius dan ras albus memiliki kelopak bunga 5 yang berwarna kuning kehijauan, dapat dimakan, dan menghasilkan serat.

Ras yang banyak mendapat perhatian adalah ruber, karena kelopak bunganya dapat dimakan. Batangnya bulat dan berkayu. Warna batang beragam mulai dari hijau tua sampai merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari dan letaknya berseling, terbagi ke dalam cuping bergantung kultivar dan aksesi, dan pinggiran daun bergerigi.

Rosella memiliki daun yang panjangnya mencapai cm dan lebarnya cm. Bunga rosella bertipe tunggal, artinya hanya terdapat satu kuntum bunga pada setiap tangkai bunga. Ukuran bunga cukup besar, diameter ketika sedang mekar lebih dari 12,5 cm dan memiliki dassar bunnga pendek.

Bunga ini mempunyai helai kelopak yang berbulu, dengan panjang 1 cm, pangkal saling berlekatan, dan berwarna merah. Bagian inilah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman.

Mahkota rosella berwarna merah sampai kuning dengan warna lebih gelap dibagian tengahnya, berbentuk corong, terdiri dari lima helaian, dan panjang cm. Tangkai sari yang merupakan tempat melekatnya kumpulan benang sari berukuran pendek dan tebal dengan panjang sekitar 5 cm dan lebar sekitar 5 mm. Bunga rosella bersifat hermaprodit mempunyai bunga jantan dan betina , sehingga mampu menyerbuk sendiri. Buah rosella berbentuk kotak kerucut, berambut, terbagi menjadi lima 6 ruang, dan berwarna merah.

Buah berukuran panjang 5 cm dan lebar 5,3 cm. Saat masih muda, biji berwarna putih dan setelah tua berubah menjadi abu-abu. Tanaman rosella terdapat lebih dari kultivar. Di Filipina ada tiga kultivar yang ditanam yaitu Rico, Victor, dan Archer. Kultivar Rico dan Victor kelopaknya berwarna merah, sedangkan Acher kelopaknya berwarna hijau atau hijaukeputihan, sehingga kadang-kadang disebut white sorrel dan lebih sering digunakan sebagai sayur.

Di Indonesia rosella masih berupa aksesi. Di India, kultivar yang baik untuk diambil kelopak segarnya adalah jenis tanaman yang pendek, bercabang,tidak berbulu, kelopak berwarna merah, dan tahan terhadap genangan. Kultivar ini memiliki daun berseling, dengan bentuk menjari dan helai daun berbulu.

Bunga tunggal, berdiameter cm, berada di ketiak daun, dan mekar untuk waktu ang lebih lama. Kelopaknya berdaging, tebal, lebar, dan tidak berbulu. Mahkota bunga umumnya berwarna kuning terang. Karakter pertumbuhan rosella sangat dipengaruhi oleh kultivar. Kultivar yang berbeda menunjukkan produksi kelopak atau tanaman yang juga berbeda.

Meskipun antara kultivar Sokoto red dan Sokoto white tidak menunjukkan perbedaan dalam hal tinggi tanaman dan produksi biji per tanaman. Namun, produksi kelopak pertanaman Sokoto red lebih tinggi dibandingkan produksi kelopak pertanaman Sokoto white. Rosella dengan kelopak bunga berarna hijau mengandung serat kasar, asam askorbat, dan natrium yang lebih tinggi dibandingkan dengan rosella berwarna merah dan merah tua.

Rosella dengan kelopak berwarna merah mengandung zat besi lebih tinggi dibandingkan dengan kedua kultivar lainnya. Sementara rosella dengan kelopak bunga berwarna merah tua mengandung abu dan kalium lebih besar. Rosella kultivar Sudani menunjukkan kandungan antosianin dan gula yang paling tinggi, sedangkan rosella kultivar Masri menunjukkan kandungan sam amino bebas dan kandungan asam total terlarut paling tinggi.

Budidaya Tanaman Rosella 1. Syarat Tumbuh a. Suhu Tanaman rosella tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian mdpl. Semakin tinggi dari permukaan laut, pertumbuhan rosella akan terganggu. Rosella dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan suhu rata-rata oC. Namun rosella masih toleran pada kisaran suhu oC. Untuk menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, rosella memerlukan waktu bulan dengan suhu malam tidak kurang dari 21oC. Air Jika curah hujan tidak mencukupi, dapat diatasi dengan pengairan yang baik.

Periode kering dibutuhkan rosella untuk pembungaan dan produksi biji. Sedangkan hujan atau kelembaban yang tinggi selama masa panen dan pengeringan dapat menurunkan kualitas kelopak bunga dan dapat menurunkan produksi. Cahaya, Panjang hari dan Waktu Tanam Rosella merupakan tanaman berhari pende untuk induksi pembungaan memerlukan panjang hari waktu kurang dari 12 jam. Bila ditanam pada bulan-bulan foto periode pendek akan cepat berbunga dan pendek.

DEFRAUDAO EMOCIONAL PDF

MAKALAH BUNGA ROSELLA PDF

Bagian yang paling bermanfaat adalah kelopaknya yang sudah dikeringkan kelopaknya bisa dimanfaatkan untuk dibuat sirup, selai, manisan, jus, salad, dan pudding. Selain enak rasanya, aneka olahan rosella ini memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap. Kelompok bunga rosella yang berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merahnya, rasanya semakin asam dan tentu juga khasiatnya semakin besar. Tanaman ini mudah sekali tumbuh, bahkan di desa tempat saya di besarkan tanaman ini tumbuh di pekarangan rumah di jadikan tanaman hias. Menurut penelitian, anti oksidan yang terkandung dalam teh rosella lebih tinggi dari pada kumis kucing yang sudah teruji secara klinis mampu meluruhkan batu ginjal.

ACTIVADOR ABIERTO DE KLAMMT PDF

Tinggi tanaman bunga Rosella ini bisa mencapai 3 — 5 Meter. Bunganya sendiri akan tumbuh ketika tanaman ini sudah dewasa dimana didalam bunga berwarna merahnya itu terdapat biji. Bungan dan Biji Rosella inilah yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita Rosela atau Hisbiscus sabdariffa , adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika , rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika , dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula.

Related Articles